Mengisi Waktu Luang pada Masa Pandemi dengan Cara Bercocok Tanam Hidroponik

     

Foto : istimewa/Mengisi Waktu Luang pada Masa Pandemi dengan Cara Bercocok Tanam Hidroponik

Selama masa pandemi virus corona di Indonesia, masyarakat hanya bisa berdian diri di rumah, kecuali keluar rumah untuk hal-hal yang penting.

    Selama di rumah kita pasti mersa jenuh karena semua kegiatan seperti bersekolah dan bekerja kita lakuan di rumah dan tidak ada kegiatan yang lain, oleh sebab itu banyak masyarakat yang mencari hobi-hobi baru untuk mengisi waktu luang. Salah satu aktivitas untuk menisi waktu luang itu adalah dengan cara bercocok tanam. Tak sedikit yang menjadi kreatif dalam bercocok tanam, terutama yang memilliki lahan yang terbatas.

    Sementara itu kerap menjadi masalah adalah tidak sedikit juga masyarakat yang tidak memiliki lahan yang luas. Solusinya yaitu bercocok tanam dengan menggunakan metode hihroponik, dan juga metode ini menjadi trend dan digemari masyarakat. Sebab, tidak memerlukan lahan luas sehingga bisa mudah dilakukan di rumah yang memiliki lahan sempit.

    Apalagi, untuk peralatan dan tempat tanam tak begitu sulit dan rumit. Tempat tanaman bisa menggunakan bekas botol atau gelas plastic bekas, dengan ini kita tidak perlu mengeluarkan biaya berlebih. Kita bisa menggunakan metode hidroponik untuk menanam aneka sayuran kebutuan sehari-hari, seperti: kangkung, seladah, sawi, seledri hingga cabe.

Berikut adalah cara menanam dengan metode hidroponik di lahan yang sempit:

  1. Pengertian

    “Hidroponik berasal dari kata Yunani, yakni hydro yang artinya air dan ponos yang artinya daya” (Alviani, P. (2015). Bertanam hidroponik untuk pemula. Bibit Publisher).

Maka secara umum, hidroponik yaitu menanam tanpa megunakan tanah. Media tanah di gantikan oleh media lainnya seperti rockwool, cocopeat, sekam bakar yang berfungsi untuk menopang tanaman. Namun, memanfaatkan air dan lebih menekankan pada pemenuh nutrisi tanam.

  1. Keuntung

    Dari bercocok tanam hidroponik, ada banyak keuntungan yang dapat di peroleh. Pertama kita bisa membuat barang-barang bekas di rumah kita jadi lebih bermanfaat, dan juga dapat memungkinkan menanam tanpa tanah. Kedua sayuran atau tanaman yang ditanam mengguunakan metode hidroponik akan lebih higenis disbanding dengan menanam di tanah.

Kemudian manfaat bercocok tanam di rumah juga tidak hanya mengisi waktu luang saat harus di rumah saja, tetapi dapat membuat  suasana di sekitar rumah menjadi indah dan asri. Terakhir, pertumbuhan sayuran dengan metode hidroponik akan jauh lebih cepat di bandingkan dengan tanaman yang menggunakan metode lainnya.

  1. Cara

     Salah satu cara bercocok tanam hidroponik yang paling mudah dengan sistem wick yaitu menggunakan botol bekas yang bisa menanam sayuran seperti sawi, kangkung, dan bayam.

Pertama, siapkan botol bekas bekas pakai yang masih layak. Selanjutnya, potong botol menjadi dua bagian. Lubangi tutup  botol menggunakan pisau. Kemudian gabungkan gabungkan menjadi satu botol yang sudah di belah menjadi dua dengan bagian atas botol menghadap ke bawah.

Pasang sumbu menggunakan kain perca atau kain flannel di tutup botol yang sudah di lubangi tadi. Pastikan kembali posisi tali tersebut dapat menyerap air dan menyerap ke media tanam. Masukan bibit pada media tanam seperti rokwol, selanjutnya masukan media tanam ke atas tutup botol.

Bagian bawah botol kemudian di isi dengan air nutrisi. Semakin menyerap kain dengan media tanam maka semakin banyak nutrisi yang di serap oleh bibit. Selamat mencoba untuk mengisi waktu luang kalian.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama